Skip to main content

Sosialisasi dan Pembinaan NKV 2019 Provinsi Bengkulu

Dalam menjamin keamanan pangan asal hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu mengadakan Sosialisasi dan Pembinaan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) yang ditujukan untuk pelaku usaha Produk Hewan dan petugas yang membidangi fungsi Kesmavet. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Ananda KotaBengkulu dengan peserta dari Dinas Provinsi, Dinas Kabupaten/Kota dan pelaku usaha produk hewan dari kabupaten/kota. Sertifkat NKV diterbitkan oleh instansi berwenang di Bidang Kesmavet dari penilaian pemenuhan persyaratan kelayakan dasar sistem jaminan keamanan pangan dalam aspek higiene-sanitasi pada unit usaha pangan asal hewan. Sebagai Narasumber, drh. Endang Ekowati (Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementrian Pertanian), drh. Majestika, MS (Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu) dan drh. Nopiyeni, MMA (Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet).
Pada tahun 2018, Disnakkeswan telah menerbitkan 3 (tiga) sertifikat NKV untuk unit usaha Produk Hewan yaitu RPH Mukomuko, RPU Mitra Farm Kota Bengkulu, dan Hypermart Bengkulu. Pada tahun 2019 Provinsi Bengkulu menargetkan untuk membina 8 (delapan) unit usaha produk hewan dan 4 (empat) unit usaha unutk memenuhi syarat memperoleh sertifkat NKV. “Diharapkan pelaku usaha Produk Hewan yang belum memiliki NKV untuk dapat segera memperoleh NKV agar masyarakat merasa aman untuk mengkonsumsi Produk Hewan yang dihasilkan dari unit usaha tersebut. Selain itu, pencantuman label NKV pada kemasan produk akan memberikan nilai tambah dan daya saing produk”, tutur drh. Majestika, MS.
Di samping itu, drh. Endang Ekowati menyampaikan bahwa untuk menghasilkan pangan yang aman dan layak untuk dikonsumsi, diperlukan Good Hygiene Practices (GHP) dengan memperhatikan aspek higiene sanitasi, biosekuriti Kesejahteraan Hewan, dan Good Veterinary Practice, sehingga produk hewan tersebut terhindar dari bahaya yang sulit atau tidak mungkin dikendalikan seperti residu pestisida, antibiotik dan mikroorganisme penyebab penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *