Skip to main content

DAMPAK EKONOMI DARI PEMBIBITAN PLASMA NUTFAH ITIK TALANG BENIH DI UPTD PEMBIBITAN DAN PAKAN TERNAK PROVINSI BENGKULU

OLEH : FITRIA YUNIARTI

NPM : E2A019013

PASCA SARJANA PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM (PSDAL)

 

PENDAHULUAN

Pembangunan nasional pada hakekatnya pembangunan manusia secara menyeluruh, dalam konteks pembangunan manusia dengan manusia lain sebagai kumpulan masyarakat. Pembangunan manusia dengan tuhan dan pembangunan manusia dengan alam. Pelaksanaan pembangungan dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan komponen masyarakat. Selain itu juga dibutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan permasalahan yang timbul atau menjadi dampak dari suatu proses pembangunan. Salah satu strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat yaitu pembangunan sumberdaya manusia disamping pembangunan sarana dan prasarana.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai gizi protein hewani semakin meningkat, selaras dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia. Hal ini yang mendorong meningkatnya perkembangan peternakan yang semakin pesat. Tingginya tingkat konsumsi daging unggas dikarenakan biaya yang dikeluarkan tidak setinggi mengkonsumsi daging merah. Selain itu, kandungan gizi juga tinggi. Daging itik memiliki penampilan berwarna merah dan pada kandungan gizi daging itik merupakan sumber protein yang cukup baik (Zubaidah et al., 2015).

Di Provinsi Bengkulu salah satu penyumbang protein hewani selain berasal dari sapi potong, juga berasal dari unggas termasuk  Itik Talang Benih. Itik Talang Benih merupakan salah satu plasma nutfah Provinsi Bengkulu, hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2836/Kpts/LB.430/8/2012 tentang Penetapan Rumpun Itik Talang Benih. Itik ini memiliki bahan genetik yang bernilai guna, dapat dijadikan sebagai itik pedaging maupun petelur.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Bengkulu melalui UPTD Pembibitan dan Pakan Ternak yang merupakan UPTD  mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan pengelolaan pembibitan salah satunya pengelolaan pembibitan Itik Talang Benih (Peraturan Gubernur Bengkulu Nomor 63 Tahun 2017, 2017).

Melihat kondisi tersebut, perlu dianalisa dampak ekonomi yang dihasilkan dari pembibitan Itik Talang Benih yang dilakukan oleh UPTD Pembibitan dan Pakan Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, baik untuk pemerintah provinsi Bengkulu maupun kepada masyarakat itu sendiri. Selain itu, strategi apa sajakah yang dapat dilakukan dalam pembibitan Itik Talang Benih sebagai upaya peningkatan pendaatan dan peningkatan taraf hidup masyarakat (petani/peternak).

 

ITIK TALANG BENIH

Itik ini pertama kali ditemukan di Desa Talang Benih Curup Kabupaten Rejang Lebong, namun saat ini telah tersebar luas di Kota Bengkulu dan sekitarnya. Itik ini merupakan persilangan antara itik jawa dengan itik lokal yag ada di Kelurahan Talang Benih Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu berpuluh-puluh tahun beradaptasi dengan baik di lingkungan tempat hidupnya. Menurut Warnoto dan Kaharuddin (2000) dikutip oleh Kususiyah dan Desia K (2008), Itik Talang Benih ini memiliki perbedaan karakteristik tersendiri yang berbeda dengan jenis itik yang lainnya. Berdasarkan hasil penelitian Azmi, Gunawan dan Edwar Suharnas (2006) morfologis Itik Talang Benih adalah warna bulu umumnya merah tua (cokelat) atau bervariasi bertotol-totol cokelat (rebuin/blorok), tubuhnya langsing, leher pendek dan tidak terlalu tegak, kepala tidak begitu besar, matanya jernih dan terletak kebagian atas kepala, itik-itik jantan warnanya akan cenderung gelap. Sangat beradaptasi dengan lingkungan basah dan mempunyai kepekaan sangat tinggi terhadap lingkungan. Hal ini berarti dilihat dari karakteristik fisik yang dimiliki oleh Itik Talang Benih ini sangat berbeda dengan itik-itik lain yang diternakkan di Provinsi Bengkulu, sehingga bisa dijadikan sebagai rumpun ternak  Itik yang berasal dari Provinsi Bengkulu.

Berat badan dewasa antara 1,6 – 2,0 kilogram dan produksi telur bisa mencapai 70-75% (pada saat puncak produksi bisa mencapai 90%) dengan lama penetasan kurang lebih 28 hari, bobot telur 72,5 + 2,6 kg. Dewasa kelamin bisa dicapai pada umur 6-7 bulan tergantung kualitas pakan yang diberikan dan sistem pemeliharaannya. Sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan basah dan mempunyai kepekaan sangat tinggi terhadap lingkungan.

 

PEMBIBITAN ITIK TALANG BENIH DI UPTD PEMBIBITAN DAN PAKAN TERNAK PROVINSI BENGKULU

UPTD Pembibitan dan Pakan Ternak merupakan salah satu UPTD yang berada dibawah naungan Dinas Peternakan dan  Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu yang didirikan pada Tahun 2017 berdasarkan Peraturan Gubernur Bengkulu Nomor 63 Tahun 2017 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Kedudukan, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja  Unit Pelaksana Teknis Daerah pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu. Sebagai salah satu UPTD yang mempunyai fungsi menghasilkan dan menyediakan ternak bibit, termasuk Plasma nutfah Provinsi Bengkulu yaitu Itik Talang Benih. Dalam pelaksanaan pembibitan, dimulai dari penetasan, seleksi (sexing), penyediaan DOD, bibit. Selain itu jua dalam pembibitan, yang tidak kalah pentingnya adalah penyediaan pakan yang kontinyu dan konsisten. Karena 70% keberhasilan dari peternakan adalah penyediaan pakan.

  1. Pakan

Salah satu penentu keberhasilan dari pembibitan Itik Talang Benih adalah tersedianya pakan yang berkualitas dan bergizi. Berkualitas berarti dapat memenuhi kebutuhan dari itik tersebut, baik dari energi, protein, lemak dan komponen lainnya.  Disisi lain, untuk mendapatkan pakan yang berkualitas para peternakan harus mengeluarkan biaya yang tinggi, sedangkan para peternak biasanya memiliki kondisi ekonomi menengah kebawah. Melihat kondisi tersebut, UPTD Pembibitan dan Pakan Ternak sebagai sarana untuk melakukan formulasi ransum yang berasarl dari bahan pakan limbah pertanian namun memiliki kandungan gizi yang cukup. Pakan yang diformulasi merupakan pakan hasil fermentasi yang terdiri dari dedak, jagung giling, konsentrat untuk Itik, tetes tebu dan biofermentor (biasanya menggunakan Bionak). Jika dibandingkan dengan pakan pabrikan, harga pakan yang diformulasi ini jauh lebih murah dengan kualitas yang sama dengan pakan pabrikan. 1 kilogram pakan pabrikan seharga Rp. 8.000,- sampai dengan Rp. 9.000,- sedangkan pakan fermentasi hanya Rp. 5.000,-. sampai dengan Rp. 6.000,- . Hal ini dapat menekan biaya produksi dalam pembibitan itik talang benih, sehingga akan meningkatkan keuntungan (pendapatan). Selain menekan biaya pakan, formulasi pakan ini dapat mengurangi polusi udara dari amoniak karena adanya penggunaan dari biofermentor dari bionak.

Bionak merupakan biofermentor yang diproduksi oleh Balai Penelitian Teknologi Peternakan Ciawi Bogor. Bionak ini mengandung puluhan bakteri gram (+) yang membantu proses fermentasi. Berdasarkan hasil pengujian Laboratorium Fakultas Pertanian dan Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Tahun 2017, Bionak 100% bahan organik dengan komposisi : (1).Bacillus, sp (3,85 x 109 CFU/ml); (2).Rhizobium, sp (2,18 x 108 CFU/ml); (3).Actinomycetes, sp (6,90 x 107 CFU/ml); (4). Penambat N (1,60 x 105 CFU/ml); (5).Penambat P (5,20 x 109 CFU/ml); (6). Perombak Bahan Organik (5,85 x 109 CFU/ml).

Pemakaian bionak pada pakan fermentasi selain meningkatkan gizi pakan, juga dapat menurunkan bau amoniak dari feses itik itu sendiri.

 

  1. Limbah

Pencemaran lingkungan merupakan perubahan pada lingkungan yang tidak dikehendaki. Dalam pembibitan Itik Talang Benih yang menjadi permasalahan utama adalah bau amonia yang dihasilkan dari kotoran/feses serta air pembuangan yang dihasilkan dari cucian tempat makanan dan minuman. Amonia merupakan polutan udara, dengan sector peternakan menjadi penyumbang terbesar terhadap emisi amonia atmosfer.  Amonia merupakan gas hasil dekomposisi bahan limbah nitrogen dalam eskreta seperti uric acid, protein yang tidak diserap, asam amino dan senyawa non protein nitrogen (NPN) lainnya akibat aktivitas mikroorganisme didalam feses (Manin et al, (2010) dikutip oleh H. Riza et al, (2015)). Amonia bisa beracun untuk berbagai organisme.

Apabila tidak ditangani secara tepat, limbah ternakdapat mencemari lingkungan baik itu tanah, air maupun udara. Gas methan (CH4) yang dihasilkan berpotensi dalam pemanasan global dan merusak ozon. Kontribusi emisi methan dari peternakan mencapai 20-35% dari total emisi yang dikeluarkan ke atmosfer.

Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan dalam pengolahan limbah kotoran ternak itik, selain untuk mengurangi pencemaran lingkungan namun juga dapat meningkatkan pendapatan dari peternak itu sendiri, antara lain :

  1. Pupuk

Yang termasuk kedalam limbah kotoran itik ada 3 macam yaitu kotoran/feses murni, limbah kotoran campuran dan limbah sekam saja. Untuk mengolah limbah tersebut salah satu dengan cara dibuat pupuk. Pembuatan pupuk ini dapat buat langsung berupa proses pengayakan, pupuk bokashi (pupuk yang dibuat dengan cara fermentasi).

  1. Biogas

Pengolahan limbah kotoran itik selanjutnya adalah dibuat menjadi biogas. Biogas terbentuk dari hasil penguraian kotoran hewan oleh mikroorganisme yang terdiri dari karbondioksida (30-40%), hidrogen (1-5%), methana (50-70%), uap air (0,3%), nitrogen (1-2%) dan hidrogen sulfat (endapan).

Kotoran pada itik memilki kandungan zat kimia yang tinggi sehingga membutuhkan perlakuan yang khusus ketika dibuat biogas. Terlepas dari semuanya, kotoran itik memiliki kandungan nitrogen lebih banyak sehingga dapat menghasilkan gas methan lebih banyak. Prinsip dari pembuatan adalah biodegester kedap udara.  Satu unit biodegester bervolumen 13 m3, akan menghasilkan gas methana yang bisa menggantikan pemakaian 3-4 tabung gas rumah tangga ukuran 12 kg. Dengan demikian akan mengurangi pengeluaran dari peternak.

Sebenarnya untuk mengurangi bau amoniak dari pembibitan itik ini dapat juga menggunakan alternatif lain seperti penanaman hijauan daerah pembibitan serta  penggunaan kapur untuk menetralkan asam dari kotoran.

 

PENDAPATAN

  1. Penyumbang Pendapatan Asli Daerah bagi Pemerintah Daerah

UPTD pembibitan dan pakan ternak merupakan salah satu UPTD yang berada dibawah naungan dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Diharapkan dengan adanya keberadaan UPTD ini dapat memberikan sumbangsih bagi pembangunan Provinsi Bengkulu secara umum, terkhusus disub sektor peternakan. Pada UPTD ini ada beberapa fokus yang bisa dijadikan sebagai sumber PAD. Namun khusus untuk pembibitan Itik Talang Benih, selain sebagai penangkaran Plasma nutfah agar tidak punah juga diharapkan memberikan sumbangsih kepada pendapatan asli daerah.

Dalam menjamin kualitas bibit yang dihasilkan, UPTD pembibitan dan pakan ternak menlakukan penetasan sendiri. Menjaga kualitas tidak hanya dimulai dari penetasan namun dari pemilihan telur yang dihasilkan. Diharapkan dengan cara ini, semua bibit yang dihasilkan di tingkat konsumen (peternak) bagus. Setiap ekor anak itik talang benih (Day Old Duck)  seharga Rp. 11.000,- (sesuai dengan Peraturan Gubernur Bengkulu Nomor 10 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha). DOD yang diproduksi dilakukan sexing terlebih dahulu untuk menentukan jenis kelamin, sehingga permintaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Selain menjual DOD, UPTD Pembibitan dan Pakan Ternak juga mengeluarkan terhak dalam bentuk dara dan induk. Namun, dikarenakan kondisi pendemi Covid-19, sehingga penyediaan bibit di minimalisir.

 

  1. Peningkatan Pendapatan bagi Peternak

Sebagai penyanggah dan penyedia ternak bibit di Provinsi Bengkulu, UPTD pembibitan selalu menjaga kualitas baik dari produksi dan produktivitas serta menjaga kemurnian dari Itik Talang Benih tersebut. Dilihat dari tingginya permintaan dari konsumen yang ada di kabupaten/kota se Provinsi Bengkulu, UPTD membuat sistem pre order,  setiap penetasan akan disesuaikan dengan permintaan.

Selain itu juga untuk mempermudah konsumen, UPTD melakukan promosi dan penawaran melalui media sosial berupa facebook dan whatsapp.

Dengan berdirinya kelompok-kelompok dalam mengembangkan plasma nutfah, diharapkan dapat mempertahankan kepunahan Itik Talang Benih. Selain itu juga, dengan adanya peternakan Itik ini akan memenuhi kebutuhan dan permintaan akan protein hewani di Provinsi Bengkulu.

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh oleh peternak itik talang benih antara lain:

  1. Peningkatan pendapatan dari itik jantan. Itik jantan yang dikembangkan menjadi itik pedaging dapat dijual setelah umur 10-12 minggu. Tingginya kebutuhan masyarakat akan protein hewani dengan harga yang terjangkau menyebabkan permintaan akan daging unggas termasuk daging itik meningkat. Melihat dari pasar yang tinggi, peternak selaku produsen dapat menambah jumlah ternak yang dipelihara dengan harga yang terjangkau. Agar dapat dijual dengan harga yang murah namun kualitas yang sama, dengan cara peternakan dapat mencari alternatif pakan yang murah. Formulasi pakan yang dibuat oleh UPTD dapat digunakan juga oleh peternak.
  2. Penjualan telur dari hasil pengembangan itik induk, sebutir telur itik dapat di jual dengan harga Rp. 2.500 – Rp.3.000. Pada masa puncak produksi telur, itik bisa memproduksi telur mencapai 90%.
  3. Feses hasil dari pengembangan itik bisa dijadikan sebagai tambahan penghasilan bagi peternak dengan cara diolah dijadikan pupuk serta sumber energi pengganti gas (dari biogas).

 

KESIMPULAN

  1. Minat masyarakat/peternak untuk memelihara Itik Talang Benih di Provinsi Bengkulu masih tinggi. Hal ini terlihat dari tingginya permintaan bibit DOD di UPTD Pembibitan dan Pakan Ternak baik melalui media online maupun melalui whatsapp.
  2. Sebagian petani/peternak sangat berminat dengan pemeliharaan itik jantan, hal ini dikarenakan permintaan dari pasar terhadap itik jantan untuk jadikan protein hewan dari unggas terutama dari rumah makan. Sedangkan untuk memelihara itik betina hanya dibeberapa kabupaten saja seperti Kota Bengkulu, Kabupaten Kaur dan Bengkulu Utara.
  3. Potensi pengembangan Itik Talang Benih sangat potensial mengingat daya adaptasi terhadap lingkungan tinggi serta Itik Talang Benih ini bersifat dwifungsi (pedaging dan petelur).

 

DAFTAR PUSTAKA

Azmi, Gunawan dan Edwar S. 2006. Karakteristik Morfologis dan Genetik Itik Talang Benih di Bengkulu. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2006 Universitas Bengkulu, Bengkulu.

Kususiyah dan Desia K. 2008. Performans Pertumbuhan Itik Talang Benih Jantan dan Betina yang dipelihara secara Intensif. Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3 No. 1 Januari-Juni 2008 Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Bengkulu.

Menteri Pertanian Republik Indonesia. 2012. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2836/KPts/LB.430/8/2012 tentang Penetapan Rumpun Itik Talang Benih. Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta.

  1. Riza, Wizna, Y.Rizal dan Yusrizal. 2015. Peran Probiotik dalam Menurunkan Amonia Feses Unggas. Jurnal Peternakan Indonesia Februari 2015 ISSN-1907-1760 Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Padang.

Gubernur Bengkulu.2017. Peraturan Gubernur Nomor 63 Tahun 2017 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Kedudukan, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu. Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Bengkulu.

Gubernur Bengkulu.2011. Peraturan Gubernur Nomor 10 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha. Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Bengkulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *