Tujuan dan Sasaran

A.      Tujuan Strategis

 

Tujuan strategis merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi  yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 ( lima ) tahun. Dengan  diformulasikannya tujuan strategis  maka Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan oleh organisasi, dalam mencapai visi dan misinya dengan mempertimbangkan sumberdaya dan kemampuan  yang dimiliki.

 

Perumusan tujuan strategis juga akan memungkinkan Dinas Peternakan  dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu mengukur sejauh mana visi dan misi organisasi telah dicapai, mengingat tujuan strategis dirumuskan  berdasarkan visi dan misi organisasi. Oleh karena itu untuk dapat mengukur keberhasilan organisasi  dalam mencapai tujuan strategis  yang telah ditetapkan, maka setiap tujuan strategis harus  memiliki  indikator kinerja yang terukur.

 

Adapun tujuan strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu adalah sebagai berikut :

1.   Mewujudkan pangan hewani asal ternak.

2.   Meningkatkan status kesehatan hewan dan penjaminan produk hewan yang Aman Sehat Untuk dan Halal  (ASUH).

3.   Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk peternakan.

4.   Meningkatkan pelayanan prima.

 

 

B.       Sasaran strategis

 

Sasaran strategis merupakan perwujudan dari misi dan tujuan yang telah ditetapkan, yang menggambarkan sesuatu yang akan dihasilkan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun  dan yang dialokasikan dalam 5 (lima) periode atau tahun dengan rangkaian kegiatan yang akan dijabarkan lebih lanjut  dalam Rencana Kinerja ( Renja ).

 

Penetapan sasaran strategis diperlukan untuk memberikan fokus pada penyusunan kegiatan dan alokasi sumber daya organisasi dalam kegiatan atau operasional organisasi tiap-tiap tahun selama kurun waktu 5 (lima) tahun. Sasaran utama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu adalah sebagai berikut :

1.   Meningkatnya populasi dan produksi ternak,

2.   Terbentuknya kawasan peternakan,

3.   Terkendalinya Penyakit Hewan Menular Strategis dan Zoonosis,

4.   Meningkatnya kualitas dan keamanan Pangan Asal Hewan (PAH) dan Bahan Asal Hewan (BAH) yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH),

5.   Meningkatnya nilai tambah dan daya saing produk peternakan, dan

6.   Meningkatnya capaian kinerja dan kualitas pelayanan.